Info Terbaru

Home / Info Terbaru

SANDIAGA DORONG PEMBANGUNAN EKONOMI KREATIF LEWAT KULINER

Oleh: Marthin James Simbolon

 

Indonesia dengan ragam warisan budayanya membuat setiap daerah memiliki kearifan sendiri yang bisa diangkat dan dikembangkan. Salah satunya adalah sektor kuliner yang terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan menjadi kekuatan bagi pemerintahan daerah. Makna kuliner disini berarti komoditas industri kreatif berbasis budaya, baik itu makanan dan minuman. Berbicara kuliner tentu berfokus pada unsur cita rasa, tetapi unsur kreativitas dan inovasi dalam pengolahan dan penyajian produk lah yang membuat sajian terlihat bernilai dan menjadi daya tarik bagi konsumen. Melihat potensi yang terus berkembang sesuai perubahan gaya hidup masyarakat, pemerintah Indonesia mengambil langkah untuk mengembangkan kuliner sebagai ekonomi kreatif yang bersinergi dengan tujuan pertumbuhan ekonomi nasional. Strategi tersebut pun dituangkan ke dalam Program Strategis Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2019-2024 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), yang menjadikan industri pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai prioritas pembangunan ekonomi Indonesia.

         Apa itu Ekonomi Kreatif? Ekonomi Kreatif adalah kegiatan ekonomi yang mengutamakan ide, gagasan, dan kreativitas berpikir manusia untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda yang memiliki nilai jual atau bersifat komersial. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2015, ditetapkan pemetaan terhadap ekonomi kreatif menjadi 14 subsektor, antara lain adalah kuliner, desain, periklanan, permainan interaktif, video, film dan fotografi, kerajinan, musik, fashion, pasar barang dan seni, arsitektur, layanan komputer dan piranti lunak, penerbitan dan percetakan, seni pertunjukkan, televisi dan radio. Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, sektor Kuliner menduduki peringkat pertama dalam kontribusinya terhadap Pendapatan PDB, yakni Rp455,44 T atau sekitar 41% dari total PDB ekonomi kreatif yang sebesar Rp1.134 T pada 2020. Lebih dari itu, berdasarkan data Global Culinary Tourism Market, potensi wisata kuliner Indonesia mencapai USD 1.796 miliar dengan pertumbuhan sebesar 16,8%. Tingkat pertumbuhan tersebut melesat jauh dibandingkan target pertumbuhan ekonomi yang berkisar 5-6 persen pada tujuh tahun mendatang. Angka ini mengartikan bahwa berkembangnya aktivitas perdagangan sektor kuliner memberikan dampak positif bagi pembangunan perekonomian nasional yaitu berupa peningkatan PDB.

         Melihat hasil yang diberikan, rencana ini rasanya perlu terus dikembangkan agar pemetaan produk kuliner Indonesia dapat ditingkatkan daya saingnya di pasar ritel modern. Kreativitas dan inovasi adalah skills utama yang diperlukan agar para pelaku usaha kuliner tetap bisa bertahan dan bersaing menunjukkan keunikan atau kekhasan setiap produknya. Salah satu dukungan yang diberikan pemerintah dalam mempertahankan kompetitif usaha Kuliner tersebut adalah dengan mendidik dan membina para pelaku usaha menjajak dunia digital atau teknologi. Hal ini dilakukannya melalui sejumlah program pelatihan seperti pelatihan kemasan produk kuliner, bedah desain kemasan, bedah gerai, promosi dan voucher diskon pada platform e-commerce dan marketplace. Bukti nyatanya yaitu dari usaha pemerintah dalam membuka kerjasama dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) yang diwakili oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah agar dapat memfasilitasi para pelaku usaha untuk masuk ke pasar digital. Lebih-lebih, Sandiaga Uno sebagai wakil pemerintah juga telah menyediakan fasilitas tambahan yang ditujukan untuk memberikan kemudahan dan efektivitas usaha pelaku kuliner yaitu menyediakan pelatihan bisnis, akses permodalan, dan pendampingan pendirian usaha.

         Dari keadaan di atas, kita bisa melihat bahwa usaha kuliner merupakan usaha dengan prospek yang bagus dan mampu meningkatkan kesejahteraan bagi pelakunya apabila memiliki strategi yang efektif dan efisien. Untuk itu, dalam pengejawantahan ekonomi kreatif dibutuhkan sinergitas peran pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan terutama generasi muda. Mengapa? karena generasi muda adalah orang-orang yang melek teknologi dan pengguna aktif media sosial, sehingga keterlibatannya memegang peranan penting dalam penerapan konten kreatif bagi produk lokal. Maka dari itu, generasi muda haruslah ikut membantu program pemerintah ini yaitu sekurang-kurangnya melalui kebiasaan yang sering dilakukan, seperti mengunggah konten foto & video melalui media sosial yang popular seperti facebook, instagram, twitter. Kemudian, endorse maupun review produk yang diunggah pada channel youtube. Dengan begitu, sinergitas para pihak ini diharapkan mampu mendorong wisata kuliner dalam memperluas cakupan usahanya, baik domestik maupun luar negeri.

 

Source:

Lazuardi M., & Triady M. S., Ekonomi Kreatif: Rencana Pengembangan Kuliner Nasional. PT. Republik Solusi, 2015.

Rinto, Tonich, Laba. “Analisis Pengembangan Ekonomi Kreatif Kuliner Khas Suku Dayak Kalimantan Tengah”. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol 6 No. 1. (Juni 2020). Hlm. 11-25.

Adminlina, “Pasar Kuliner Menggiurkan di Tengah Pandemi” https://pelakubisnis.com/2021/10/pasar-kuliner-menggiurkan-di-tengah-pandemi/, diakses pada 7 Januari 2022.