Info Terbaru

Home / Info Terbaru

Luncurkan Buku Pedoman Securites Crowdfunding (SCF), ALUDI Berharap Industri SCF Dapat Terus Berkembang


Jakarta, 20 April 2022 – Platform crowdfunding menjadi salah satu sistem penggalangan dana yang populer di Indonesia beberapa tahun belakangan ini. Menurut data dari OJK, terdapat pertumbuhan hingga 19 persen di tahun 2021 untuk modal yang dihimpun melalui sistem urun dana. Selain itu, jumlah investor yang berkontribusi dalam crowdfunding juga mengalami pertumbuhan hingga 15 persen. Angka ini menunjukkan potensi yang besar bagi platform crowdfunding untuk terus berkembang di Indonesia dan membantu pembiayaan dari berbagai proyek, bisnis hingga bantuan kemanusiaan.


Kepopuleran platform crowdfunding ini juga perlu diiringi dengan pedoman bagi penyelenggara agar dana yang terkumpul bisa disalurkan dengan baik dan tepat guna. Maka dari itu, Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI) secara resmi mirilis buku berjudul Buku Panduan Penyelenggara Securities Crowdfunding (SCF) 1.0. pada 12 April 2022 lalu. Buku ini dirilis untuk bisa memberikan pedoman bagi penyelenggara dan/atau calon penyelenggara agar platform crowdfunding yang sedang dikembangan dapat berjalan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku di Indonesia.


“Kami berharap bagi teman-teman penyelenggara atau calon penyelenggara platform urun dana, bisa menjadikan buku ini sebagai pedoman. Buku ini banyak menjelaskan mengenai SOP serta aturan-aturan yang mengatur mengenai pengembangan platform crowdfunding. Setelah membaca, semoga SOP yang ada setidaknya dapat dilakukan agar tidak banyak kendala maupun masalah pada platform yang sedang diselenggarakan,” Ujar Calvim Jonathan selaku Policy Director dari ALUDI.  


Edukasi menjadi tujuan utama dari diperkenalkannya buku ini kepada masyarakat. Belum banyak masyarakat yang memahami mengenai aturan-aturan yang berlaku mengenai Securities Crowdfunding (SCF) bahkan penyelenggaranya sekalipun. Padahal hal ini sangat penting bagi perkembangan SCF sendiri maupun pertumbuhan ekonomi Indonesia. Wakil Ketua Umum ALUDI, Heinrich Vincent, menambahkan, “Harapannya buku ini dapat menjadi salah satu cara untuk mengedukasi para calon penyelenggara Securities Crowdfunding agar lebih mudah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).”